Selasa, 31 Juli 2012

TABIR KELEMAHAN JOKOWI-AHOK

Pertarungan putaran kedua pemilihan gubernur DKI Jakarta dipastikan akan semakin keras. Kemenangan pasangan Jokowi - Ahok pada putaran pertama yang mengejutkan dengan 43% suara memutarbalikan semua analisa yang pernah dipublikasi lembaga - lembaga survey, pengamat atau bahkan politisi. Kemenangan Jokowi-Ahok dengan perolehan suara yang tidak diduga tersebut menimbulkan berbagai macam analisa baru untuk menjustifikasi atau melegitimasi kemenangan itu.
Analisa yang paling sering dikemukakan adalah mengenai kemahiran pembentukan dan pembangunan citra diri dari pasangan Jokowi - Ahok. Jokowi digambarkan sebagai pemimpin yang bersahaja, merakyat, komunikatif, peduli, santun, lemah lembut namun tegas. Ahoj alias Basuki Tjahja Purnama dikesankan sebagai pemimpin muda yang brilian, tangguh, pejuang pluralisme, bersih, antikorupsi dan mantan bupati yang berhasil. Sementara itu, sebaliknya, Fauzi Bowo alias Foke dan Nachrowi Ramli alias Nara sama sekali tidak ada membangun citra diri positif yang kuat di hadapan publik. Hampir tidak ada sama sekali kesan citra diri tertentu dari Foke dan Nara yang melekat dibenak publik. Hasilnya : Foke - Nara keok. Hanya raih 34% suara saja.
Analisa kedua adalah kinerja masing - masing tim sukses. Jokowi-Ahok didukung penuh timses yang solid termasuk operasi penggalangan isu dan pembentukan opini. Sementara itu, tim sukses Foke Nara babak belur karena dilanda perpecahaan dan berisikan para petualang-petualang oportunis pragmatis yang mau mencari keuntungan pribadi semata-mata. Hampir dapat dipastikan jika tidak ada kejutan besar, Jokowi - Ahok akan menangkan Pilgub DKI Jakarta putaran kedua dengan meraih suara yang besar. Foke akan tinggal sejarah !
Namun, tiba - tiba, sekitar dua bulan menuju hari pemilihan putaran kedua, muncul informasi mengejutkan yang diprediksi banyak pengamat akan dapat mengubah konstelasi kekuatan Jokowi-Ahok dan mempengaruhi sikap pemilih DKI Jakarta. Informasi itu antara lain dengan mulai terkuaknya dugaan kasus-kasus korupsi Ahok alias Basuki Tjahja Purnama di publik. Tidak tanggung-tanggung, informasi ini pertama sekali dilontarkan oleh akun twitter terkondang di Indonesia @triomacan2000 yang selama ini dikenal sebagai wikileaks-nya Indonesia. Reputasi dan kredibiltas akun twitter @triomacan2000 memang tidak diragukan lagi. Hampir semua info korupsi yang dilontarkannya terbukti mengandung kebenaran dan menjadi salah satu narasumber penting para aparat penegak hukum.
Akun twitter @triomacan2000 sekitar seminggu yang lalu berkicau tentang kasus - kasus korupsi Basuki Tjahja Purnama, cawagub pasangan Jokowi. Kenapa informasi ini sangat penting dan dapat mengubah konstelasi politik dan pertarungan pilgub DKI putaran kedua? Jwabnya jelas, karena informasi ini akan menghancurkan citra antikorupsi yang selalu dikampanyekan Ahok. Publik akan marah, kecewa dan meninggalkan Ahok alias Basuki jika dia ternyata tak leboh dari seorang koruptor yang menyamar dan memanipulasi citra dirinya untuk menipu warga Jakarta demi memenangkan pilgub DKI Jakarta saat ini.
Dugaan korupsi Ahok alias Basuki Tjahja Purnama dan keluarganya yang dikicaukan akun twitter @triomacan2000 antara lain :
1. Kasus korupsi Ahok alias Basuki Tjahja Purnama pada tahun 1992-1998 dimana saat itu Ahok masih bernama asli Basuki Indra. Dia diketahui melakukan penyerobotan kawasan hutan lindung Gunung Nayo. Berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan, Penyelidikan dan Penyidikan disebutkan bahwa Ahok alias Basuki Indra (nama Ahok sebelum diganti dengan Basuki Tjahja Purnama) terbukti melanggar UU dimana 4 perusahaaannya yang berbentuk CV telah menambang pasir kuarsa di tengah-tengah kawasan hutan lindung. Kasus ini kemudian sempat mau dilimpahkan ke pengadilan pada tahun 2011 namun tiba-tiba batal dan menguap begitu saja. Sumber-sumber di Belitung Timur menyebutkan bahwa Gubernur Bangka Belitung Eko Maulana berada dibalik pembatalan kasus itu ke pengadilan. Diduga ada kesepakatan jahat dibalik semua ini. Eko Maulana, Gubernur Bangka Belitung membantu penyelesaian kasus ini secara damai dan tidak sampai ke pengadilan dengan kompensasi Ahok alias Basuki T Purnama alias Basuki Indra membatalkan rencana pencalonannya sebagai calon gubernur Bangka Belitung pada awal tahun 2012 yang lalu.
2. Kasus korupsi Ahok alias Basuki T Purnama yang dikicaukan @triomacan2000 adalah keterlibatan Ahok pada korupsi penerbitan Surat Keterangan Tanah (SKT) palsu untuk dijadikan lahan pelabuhan KPLP Belitung Timur. Akibat kasus ini, Khairul Effendi Bupati Belitung Timur yang meneruskan masa jabatan Bupati Ahok diseret ke pengadilan dan dihukum penjara 3 tahun. Padahal proyek ini adalah proyek Ahok selaku bupati yang merintis penerbitan SKT palsu itu.
3. Kasus korupsi lain yang tak kalah mengagetkan yang dikicaukan akun twitter anti korupsi @triomacan2000 adalah penggunaan APBD Beltim semasa Ahok jadi Bupati yang diperuntukan untuk kepentingan pribadi seperti : proyek fiktif berkedok revitalisasi muara yang sebenarnya hanya untuk proyek pribadi penambangan / penghisapan pasir timah, proyek pembangunan dan pengaspalan jalan akses menuju resort / taman wisata milik pribadi Ahok dan keluarganya, kasus monopoli pengadaan obat-obatan yang dikuasai keluarga Ahok, kasus korupsi dan kolusi semua proyek-proyek besar kabupaten Belitung Timur yang semuanya dimenangkan konco-konco Ahok (Johan, Afa cs) yang semanya etnis tionghoa. Banyak lagi kasus- kasus korupsu ahok yang selama ini ditutupi secara rapat dan sangat ketat. Termasuk juga kasus korupsi adik Ahok, Basuri yang sekarang jadi Bupati Belitung Timur. Basuri teliba kasus korupsi Proyek Pembangunan Puskemas di Kampung Dampit sewaktu menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Beltim tapi kemudian kasus itu dipetieskan dengan bantuan Ahok.
Ahok alias Basuki T Purnama alias Basuki Indra juga terbukti melakukan pencitraan palsu dengan citra diri sebagai bupati yang berhasil. Hasil penelusuran di Belitung Timur membuktikan semua program Ahok ketika jadi Bupati gagal total, bermasalah dan tidak ada yang selesai/tuntas. Semua program yang dicanangkan Ahok dulu adalah hanya untuk menipu rakyat Beltim dan menjadi ‘bom waktu’ bagi bupati penggantinya. Ahok sudah siapkan masak- masak rencana busuknya melalui program-program bombamtis itu. Dia dari awal sudah merencanakan hanya sebentar saja kadi bupati. Tapi syukur alhamdulillah, Ahok gagal total ketika maju sebagai calon gibernur Bangka Belitung tahun 2007 yang lalu.
Kita tinggalkan Ahok / Basuki T Purnama yang sekarang pusing berat gara-gara kasus korupsi dan perilaku kotornya terungkap. Jokowi juga mulai terbongkar kelemahannya. Penampilannya di TV one yang tak mampu menjawab pertanyaan sangat mudah mengenai siapa sosok pengganti Jokowi jika dia berhalangan tetap, tidak bisa dijawab oleh Jokowi. Juga tayangan ‘memalukan’ dari Jokowi di Metro TV yang tak mampu menjawab pertanyaan : ” apa makna ramadhan bagi Pak Jokowi ?” jokowi tanpa bisa menjawab, terpatah-patah dan kelihatan sangat kebingungan. Mulai merebak di publik bahwa Jokowi diragukan keislamannya. Bahkan ada yang menuduh Jokowi sebenarnya non muslim. Untuk meredakan isu negatif itu, diberitakan bahwa Jokowi langsung terbang ke Mekah untuk berumroh.
Itulah sekelumit rahasia-rahasia tentang korupsi dan kebusukan Jokowi-Ahok yang mulai tesingkap ke masyarakat khususnya warga DKI Jakarta. Terbongkarnya kepalsuan-kepalsuan dari pasangan Jokowi - Ahok ini dipastikan akan menjadi salah satu faktor penurunan suara yang signifikan dari pasangan ini. Dengan kata lain, Foke-Nara yang semula peluang menangnya menipis, kini mulai bangkit lagi harapan untuk menang di putaran kedua Pilgub DKI 20 September 2012.

 

MENANTIKAN KEJUJJURAN AHOK

Setelah beredar informasi tentang kasus - kasus korupsi Ahok di sejumlah media nasional, Ahok alias Basuki Indra alias Basuki Purnama alias Zhong Wan Xie menjadi panik dan kalap nian. Dia bantah semua informasi tentang korupsinya terutama Keterlibatan 4 (empat) CV perusahaan milik dia yang mencuri pasir kuarsa di kawasan hutan lindung Gunung Nayo, Belitung.
Ahok yang punya nama alias atau nama samaran sampai 4 nama itu, menangkis tuduhan korupsinya dengan menyebutkan isu korupsi itu adalah isu lama sejak tahun 2005. Jelas Ahok BERDUSTA !
Saya akan ungkapkan bukti - bukti bahwa Ahok telah berdusta kepada rakyat Indonesia :
1. Fakta bahwa kasus korupsi Ahok terutama kasus korupsi, perusakan hutan lindung dan penambangan ilegal di Gunung Nayo itu baru diusut oleh Mabes Polri pada tahun 2010.
2. Pada awal 2011 Mabes Polri melimpahkan pengusutan kasus tersebut kepada Polda Bangka Belitung.
3. Polda Belitung bersama Dinas Pertambangan dan Dinas Kehutanan Propinsi telah melakukan penyelidikan dan menemukan bahwa lokasi penambangan pasir kuarsa 4 CV milik Ahok itu berada ditengah - tengah kawasan hutan lindung Gunung Nayo.
4. Operasional penambangan liar oleh 4 CV milik Ahok yang diusut adalah operasional tahun 1992 - 1998. Walau pun Ahok baru hentikan pencurian dan perusakan hutan lindung itu pada tahun 2001.
5. Berdasarkan hasil uji olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) ditemukan bukti bahwa 4 CV Ahok tersebut berada ditengah - tengah hutan lindung. Ini dibuktikan dengan koordinat GPS dari Tim Penyidik.
6. berdasarkan Peta 410 (SK Menhut 410 thn 1986) dan Peta 357 (SK menhut 357 thn 2004) terbukti bahwa operasional 4 perusahaan Ahok melanggar UU dan diancam hukuman penjara maksimum 12 tahun.
7. Lalu BAP dibuat dan segera dilimpahkan ke pengadilan karena sudah dinilai cukup bukti (P21). kenapa tiba- tiba kasus itu hilang lenyap? Ada apa gerangan ?
Saya akan jawab pertanyaan di atas
Pada tahun 2011 Ahok alias Basuki Indra alias Basuki Purnama alias Zhong Wan Xie ini adalah calon terkuat Gubernur Bangka Belitung Berdasarkan Hasil Survey. Ahok dinilai akan bisa mengalahkan Gubernur Bangka Belitung inkamben Eko maulana. Mereka berdua sama - sama kader Golkar.
Lalu terjadi KEAJAIBAN. Ahok batal maju jadi calon gubernur Bangka Belitung. Aneh nian ! Sungguh tak masuk akal siapa pun yang tahu tentang Ahok. Ahok adalah manusia setan bertopeng dewa yang sangat ambisius. Dia terkenal halalkan segala cara untuk bisa menang dan peroleh jabatan. Kenapa budak tuh tiba - tiba mundur ? Orang - orang semua bertanya - tanya tak percaya !
TERNYATA rupanya Ahok ketakutan masuk penjara. Bukti - bukti kejahatannya sangat kuat. Ahok sudah lobi kemana - mana. Semua aparat sudah dia bujuk - bujuk dan coba suap agar kasusnya tak maju ke pengadilan. Tapi dia gagal. Akhirnya Ahok bersepakat jahat sama Eko Maulana Gubenur Babel agar Gubernur mau bantu selamatkan Ahok.
Akhirnya mereka bersepakat jahat. Kasus korupsi, penambangan liar dan perusakan hutan lindung yang dilakukan Ahok diusahakan tidak masuk ke pengadilan. Ahoj selamat tapi dia harus batalkan rencana dia untuk maju sebagai calon gubernur Bangka Belitung tahun 2012.
Itu sebabnya Ahok akhirnya mau jadi calon wakil gubernur DKI jakarta. Banyak orang tertipu dengan sandiwara dan kepintaraannya berbicara membujuk dan menipu orang. Semua itu palsu.
Sekarang coba para wartawan, politisi, rakyat atau siapa saja yang mau bertanya pada Ahok, minta dia untuk berkata JUJUR ! Beranikah Ahok untuk JUJUR ????????????????

Eko Maulana mau bantu Ahok agar tidak masuk penjara dan kasusnya akan dimasukan ke dalam tong sampah jika Ahok mau.

menanti kejujuran ahok

Senin, 30 Juli 2012

Prof. Bahtiar Tanya Tanggung Jawab Moral Jokowi dan Ahok

Dua pekan sudah putaran pertama pemilihan gubernur DKI Jakarta berlalu. Pasangan Joko Widodo dan Basuki Tjahja Purnama yang didukung PDI Perjuangan dan Partai Gerindra keluar sebagai pemenang diikuti sang incumbent Fauzi Bowo yang berpasangan dengan Nachrowi Ramli.
Kedua pasangan ini akan bertemu kembali pada putaran final tanggal 20 September nanti.
Terlepas dari hasil putaran pertama, Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Prof. Bahtiar Effendy, menilai ada dua keanehan dalam pemilihan yang diikuti enam pasang cagub-cawagub tersebut.
Pertama, bagaimana mungkin pemilih harus merupakan warga Jakarta yang dibuktikan dengan kepemilikan KTP Jakarta. Sementara di antara kandidat yang dipilih ada yang bukan merupakan warga Jakarta dan tidak memiliki KTP Jakarta.
"Ini kan di luar akal sehat," ujar Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Syarif Hidayatullah itu di ruang kerjanya, Jumat siang (27/7).
Keanehan kedua, masih menurut Bahtiar Effendy, berkaitan dengan pertanggungjawaban moral kandidat-kandidat yang meninggalkan pos politik terdahulu mereka untuk memperebutkan kekuasaan di Jakarta.
Hal ini dilakukan oleh Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, Walikota Solo Joko Widodo dan anggota Komisi II DPR RI Basuki Tjahja Purnama alias Ahok yang karena dicalonkan Partai Gerindra akhirnya meninggalkan Partai Golkar yang mendukungnya di Pemilu 2009.
"Kalau demokrasi dipraktikkan dengan cara seperti ini akan rusak. Karena Alex Noerdin, Jokowi dan Basuki punya kontrak politik dengan para pemilih mereka, dan mereka meninggalkannya," ujar Bahtiar Effendi lagi.
"Pertanggungjawaban legal memang tidak ada karena UU tidak melarang. Tetapi pertanggungjawaban moralnya mana? Kalau dibiarkan, format demokrasi kita akan rusak semua," demikian Bahtiar Effendy.

moral politik jokowi-ahok

Rabu, 25 Juli 2012

Ahok Dinilai Menyalahi Moral Politik

RMOL. Di tengah hiruk pikuk Pilkada DKI Jakarta, sementara kalangan masih mempertanyakan integritas calon wakil gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama. Sebab, selama memegang amanat, tanggung jawab Basuki pada konstituen terbilang rendah sekali.

Basuki sempat tercatat sebagai anggota DPRD Belitung Timur. Namun Ahok, biasa ia disapa, hanya duduk tujuh bulan di kursi DPRD, dan kemudian menaggalkan jabatan itu untuk bersaing dalam Pilkada. Saat terpilih menjadi Bupati Beilutung Timur, Ahok pun tidak benar-benar memuntaskan tanggungjawab dan cuma menjabat selama 13 bulan. Setelah menjabat anggota DPR dari Fraksi Golkar, Ahok pun meninggalkan kursi di Senayan karena kepincut menjadi calon wakil gubernur dari PDI Perjuangan dan Gerindra.

Menurut Direktur Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia (Puskapol) UI, Sri Budi Eko Wardani, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Mingu, 22/7), Ahok seakan-akan memanfaatkan kondisi. Sebab memang selama ini belum ada UU yang mengatur soal tidak menuntaskan amanah yang sedang dijabat tersebut. Di tengah kekosongan UU itu, Ahok pun bisa bermain kesana kemari.

Dani, panggilan akrab Sri Budi Eko Wardani, mengatakan bahwa memang langkah Ahok ini menyalahi moral politik sebab tidak memiliki tanggung jawab terhadap warga yang telah memberi amanah dan mandat kepadanya. Nah sekarang tergantung kepada warga Jakarta, apakah menilai hal itu sebagai cacat dari sisi etika politik atau tidak.

Ke depan, Dani mengusulkan agar moral politik ini dikristalkan menjadi UU formal. Artinya harus ada UU yang mengatur bahwa seorang pejabat tida bisa meninggalkan jabatan yang tengh dipegangnya untuk menggapai jabatan lain.


ahok tak konsisten

SMS Ahok Kepada Etnis Cina dan orang Kristen

Ini SMS Ahock kepada kelompok Cina dan orang Kristen, dlm rangka utk pemenangannya :
1. Teman seiman yg dikasihi Tuhan Yesus, Mari sama2 kita rapatkan barisan menjaga kekristenan kita dgn memiih no 3, dan Tuhan Yesus pasti menolong kita.
2. Kuasa Salib di depan mata. Pilih Ahok, Iman kristen kita pasti terjaga
3. Kasih Tuhan dan kuasa Gereja akan terbukti setelah 20 September 2012 Satukan barisan buat Jokowi-Ahok
4. Hadirkan Kuasa Yesus di Jakarta dan kita kalahkan kesombongan muslim. Pilih No 3
5. Mari rapatkan barisan gereja, kita menuju kemenangan No. 3
6. Kita pasti menang, Ahok pasti jadi Gubernur setelah Jokowi menjadi Wapres
7. Jokowi se-iman dg kita, jangan kuatir. Kristen bersatu memenangkan Jakarta
8. Kalbar dan kalsel sdh di tangan kita, kristen berkibar di Indonesia dimulai dari Jakarta. Pilih Ahok dan jangan ragu. Tuhan Yesus bersama kita
9. Kristen dan Katholik bersatu memenangkan Jakarta Satu
10. Cristian Center pasti terwujud menyambut kemenangan jokowi Ahok
11. Kita belajar dari Singapura, Cina kuasai melayu. Jakarta milik kita
12. Masa’ sih cuma Islamic Center, Kapan Cristian Center terbentuk? Jangan tunda lagi, pilih Jokowi-Ahok. Cristian Center pasti terwujud.
Masihkan memilih ahok!!!

sms ahok

Ahok Korupsi Di Pulau Penyu

Jakarta – Beredar dugaan korupsi yang dilakukan calon wakil gubernur DKI jakarta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok melalui akun twitter @Triomacan2000 pada hari ini 23/7/2012. Beberapa kasus korupsi ini dilakukan Ahok berkaitan dengan pengalihan hutan lindung gunung Duren, kawasan pantai bukit Batu dan hutan bakau dirubah fungsinya dikelola Ahok dan keluarganya. @triomacan2000 merasa perlu untuk kultwit masalah korupsi. “saya tidak peduli siapapun yang korupsi, jika saya punya datanya, akan saya kultwitkan.” Tulis triomacan2000.
“Kasus2 korupsi Ahok dan keluarganya di Beltim, diantaranya : Pengalihan Hutan Lindung Gunung Duren. Kawasan Hutan Lindung G Duren itu disulap oleh Ahok dan Keluarganya menjadi Perkebunan Sengon milik mereka diduga langgar hukum. Kawasan Pantai Bukit Batu yg hutan lindung dan hutan Bakau juga dirobah fungsinya dan skrg jadi milik serta dikelola Ahok & keluarga” tulis @triomacan2000.
@Triomacan2000 merupakan akun yang selalu membuka mata publik terhadap korupsi dan hal-hal yang selalu ditutupi oleh pejabat publik. Ini dilakukan triomacan2000 selalu berimbang, karena sebelumnya dia juga membuka calon gubernur dan wakil gubernur lainnya.
Triomacan2000 selanjutnya menyebutkan beberapa hal yang dilakukan Ahok di Belitung tentang penjualan pasir ke Singapura. “Pada masa Ahok jadi Bupati Beltim ditemukan sejumlah pulau-pulau kecil seluas 2-3 lapangan bola hilang karena tanah/pasirnya dijual ke Singapore. Penjualan tanah dan pasir silika dari pulau-pulau kecil itu melanggar UU dan terus dilakukan Ahok dan juga Bupati Basuri, adik Ahok.” Jelasnya.
Korupsi yang dilakukan adik Ahok yaitu Basuri terkait pembangunan Puskesman di Kelapa Sampit. Ada kongkalikong dengan Kejari Belitung Timur sehingga Basuri bebas. “Basuri, adik Ahok, Bupati Beltim saat ini pernah kena kasus korupsi pembangunan Puskesmas di Kelapa Sampit. Batal jadi tersangka karena Ahok. Ahok yg menekan kejari Beltim agar kasus korupsi adiknya Basuri (skrg Bupati) harus dipetieskan dan batal maju ke pengadilan. Karena perlindungan Ahok itulah Basuri akhirnya bisa terpilih jadi Bupati dan bisa menutupi kasus-kasus korupsi Ahok dan keluarganya.
Ahok menurut dugaan @triomacan2000 juga menguasai proyek-proyek APBD Beltim. “Sesuai pengakuan tokoh-tokoh Beltim, proyek-proyek besar dana APBD Beltim semua dikuasai keluarga & kerabat Ahok dan etnis tertentu Disebutkan ada 4 ” mafia proyek” di Beltim yaitu : Johan, Afa, Ibu (atau ibu mertua ahok) dan satu lagi yg saya lupa namanya. Bahkan Ibu (atau ibu mertua ahok? Mohon konfirmasi) dijuluki sbg RATU ALKES krn semua proyek2 Alkes RS Beltim jatuh ketangannya.” Tulis Triomacan2000.
Ahok juga diduga terlibat korupsi penerbitan surat keterangan tanah yang menjadi pelabuhan.
“AHOK patut diduga terlibat dalam kasus korupsi penerbitan SKT (Surat Keterangan Tanah) yang skrg jd Pelabuhan KPLP. Tanah milik PT. Timah. Namun hanya wakilnya Khairul Efendi yang kemudian jadi pengganti Ahok yg dinyatakan bersalah di pengadilan.” Tulis Triomacan2000.
Macan juga menyentil pengacara yang bekas ketua Partai dan mantan Sekretariat Negara Yusrih Ihza mahendra yang tahu namun tidak banyak berkomentar terhadap masalah ini. “Tokoh yang sangat tahu kasus-kasus korupsi Ahok ini adalah Yusril Ihza Mahenda. Kenapa beliau diam seribu bahasa? Ada kaitannya dgn Pulau Penyu? Coba tanya prof Yusril, rahasia apa yg dimiliki Ahok sehingga beliau tak berani bersuara? Ada apa dengan Pulau Penyu – Ahok – Yusril?” tulis @Triomacan2000.